Wednesday, August 11, 2010

.:: Samba standalone sharing server dengan backend tdbsam ::.

Postingan kali ini saya akan coba mendokumentasi cara membuat sharing server (tentunya dengan samba) dengan protokol SMB serta bagaimana untuk menambahkan pengguna. Jadi, setiap pengguna akan memiliki direktori home sendiri yang dapat diakses melalui protokol SMB dan semua pengguna akan memiliki direktori bersama dengan akses read/write. Dalam kasus ini saya menggunakan sistem operasi Linux CentOS 5.4 32 bit.

1. Install Samba

- Pastikan repository telah diset dengan benar :
#yum install cups-libs samba samba-common
- Edit file smb.conf
#nano /etc/samba/smb.conf
- Edit parameter security menjadi user dan passdb backend = tdbsam di section [global]
[...]
# ----------------------- Standalone Server Options ------------------------
#
# security = the mode Samba runs in. This can be set to user, share
# (deprecated), or server (deprecated).
#
# passdb backend = the backend used to store user information in. New
# installations should use either tdbsam or ldapsam. No additional configuration
# is required for tdbsam. The "smbpasswd" utility is available for backwards
# compatibility.
#

security = user
passdb backend = tdbsam


[...]
Hal ini memungkinkan pengguna Linux sistem untuk log in ke server Samba.

- Buat aktif saat startup dan jalankan service samba
#chkconfig --levels 235 smb on
#/etc/init.d/smb start

2. Membuat folder share

- Buat folder yang dapat diakses oleh semua user yang terdaftar pada samba server dan ubah kepemilikan group menjadi group users.
#mkdir -p /home/shares/allusers
#chown -Rf root:users /home/shares/allusers/
#chmod -Rf ug+rwx,o+rx-w /home/shares/allusers/
- Edit file /etc/samba/smb.conf dan tambahkan line berikut pada akhiran
[allusers]
comment = All Users
path = /home/shares/allusers
valid users = @users
force group = users
create mask = 0660
directory mask = 0771
writable = yes
-
Jika Anda ingin semua pengguna untuk dapat membaca dan menulis ke direktori home mereka melalui Samba, tambahkan baris berikut ke /etc/samba/smb.conf.
[homes]
comment = Home Directories
browseable = no
valid users = %S
writable = yes
create mask = 0700
directory mask = 0700
- Restart samba
/etc/init.d/smb restart

3.
Menambahkan Dan Mengelola Pengguna

- Dalam kasus ini saya menambahkan user norman dan memasukkan ke group users (system)
#useradd norman -m -G users
- Buat password untuk user norman
#passwd norman
- Sekarang tambahkan user norman kedalam database user samba.
#smbpasswd -a norman
- Masukkan password ketika diminta memasukkan password untuk user samba.

Sekarang anda semestinya bisa login dari workstation Windows Anda dengan explorer (ketik \\ip_address_server pada kolom address) menggunakan username dan password (dalam hal ini user = norman ) yang dipilih dan disimpan pada database user samba server.

Semoga berguna,

Link : http://howtoforge.com/fedora-13-samba-standalone-server-with-tdbsam-backend

Selengkapnya....

Wednesday, July 21, 2010

.:: Instalasi MRTG di CentOS 5.4 ::.

MRTG (Multi Router Traffic Graph) adalah aplikasi yang digunakan untuk memantau beban trafik pada link jaringan. MRTG akan membuat halaman HTML yang berisi gambar .PNG yang mengambarkan trafik melalui jaringan secara harian, mingguan, bulanan dan tahunan. MRTG dibuat oleh Tobias Oetiker menggunakan Perl dan C dan tersedia untuk sistim operasi UNIX dan Windows NT.

Informasi yang didapat baik dari perangkat router ataupun interface ethernet mesin server adalah dari SNMP yang dibroadcast oleh perangkat tersebut. Dari informasi itulah dapat digenerate menjadi graphic dan disajikan dalam tampilan web. Karena disajikan dalam tampilan web, maka sebelumnya dibutuhkan aplikasi Web Server.

 

INSTALASI

Terlebih dahulu install paket yang dibutuhkan ":

net-snmp-utils
net-snmp-devel
zlib
libpng
gd
httpd
mrtg

Lalu install, dalam shell ketikan :

#yum install net-snmp-utils net-snmp-devel zlib libpng gd httpd mrtg

Hidupkan service httpd :

#service httpd restart

 

KONFIGURASI MRTG

1. Buat folder mrtg di bawah folder htdocs web server, dalam hal ini terdapat di /var/www/html/ :

#mkdir /var/www/html/mrtg

2. Lalu masukkan perangkat yang akan dimonitor traffic nya, dalam hal ini saya akan memonitoring traffic web server dengan informasi community dari snmp agentnya adalah public (sebelumnya install & konfigurasi SNMP pada web server dan pada informasi community berikan string public) :

#cfgmaker –-global ‘WorkDir: /var/www/html/mrtg’ --output /etc/mrtg/10.10.10.1.cfg  public@10.10.10.1

3. Periksa apakah file 10.10.10.1.cfg sudah berhasil dibuat di /etc/mrtg/ ? Jika sudah ada, kita bisa lanjut ke langkah di bawah ini :

#mrtg /etc/mrtg/10.10.10.1.cfg

4. Jika tampil pesan error seperti berikut :

———————————————————————–

ERROR: Mrtg will most likely not work properly when the environment

variable LANG is set to UTF-8. Please run mrtg in an environment

where this is not the case. Try the following command to start:

env LANG=C /usr/bin/mrtg /etc/mrtg/10.10.10.1.cfg

———————————————————————–

Jalankan perintah dibawah ini :

#env LANG=C  /usr/bin/mrtg  /etc/mrtg/10.10.10.1.cfg

Maka hasilnya kurang lebih akan seperti dibawah ini :

20-05-2009 18:34:23, Rateup WARNING: /usr/bin/rateup could not read the primary log file for 10.10.10.1_1

20-05-2009 18:34:23, Rateup WARNING: /usr/bin/rateup The backup log file for 10.10.10.1_1 was invalid as well

20-05-2009 18:34:23, Rateup WARNING: /usr/bin/rateup Can’t remove 10.10.10.1_1.old updating log file

5. Di dalam folder /var/www/html/mrtg akan tebentuk file image berbentuk .png. Lalu kita buat file index.html agar bisa terbaca oleh web server dengan perintah :

#indexmaker

--output=/var/www/html/mrtg/index.html /etc/mrtg/10.10.10.1.cfg

Coba arahkan browser ke : http://192.168.99.230/mrtg

6. Edit file /etc/mrtg/10.10.10.1.cfg dan tambahkan direktif untuk interval dan refresh mejadi seperti ini :

EnableIPv6: no

WorkDir: /var/www/html/mrtg

Interval:5

Refresh:300

7. Agar bisa termonitor setiap 5 menit sekali, maka bisa ditambahkan di dalam cronjob, serperti berikut :

#crontab –e

lalu tambahkan baris ini :

*/5 * * * * env LANG=C /usr/bin/mrtg /etc/mrtg/10.10.10.1.cfg

Sampai disini sudah selesai.

**Cat Khusus : Kita bisa menambahkan perangkat yang lain untuk dimonitor dengan mengikuti langkah nomor 2(sesuaikan IP address), 3, 4(sesuaikan IP address), 6(sesuaikan IP address), dan 7. Kenapa melewati langkah ke-5, karena kita akan menampilkan output graphic per masing-masing device dalam 1 file index.html. Lalu pada file index.html kita custom pada baris yang menampilkan graphic, lalu berikan tag </td></tr> agar graphic telihat rapi kebawah.

 

Sumber: http://1100060884.blog.binusian.org/2009/05/20/instalasi-mrtg-pada-centos-53/

Selengkapnya....

Tuesday, July 20, 2010

.:: SendMail Command ::.

Sekedar buat catetan untuk mengirim email di linux dari console :

Command: # echo "Isi Email" | mail -s "Subjek Email" alamat_email@domain.tld

Contoh : #echo "Ini ibu budi" | mail -s "Email Penting" anda_benar@abc.com

Kalau mau dibikin shell script sederhana dengan fungsi yang sama, berikut scriptnya :
#!/bin/bash
# script to send simple email
# email subject
SUBJECT="SET-EMAIL-SUBJECT"
# Email To ?
EMAIL="admin@somewhere.com"
# Email text/message
EMAILMESSAGE="/tmp/emailmessage.txt"
echo "This is an email message test"> $EMAILMESSAGE
echo "This is email text" >>$EMAILMESSAGE
# send an email using /bin/mail
/bin/mail -s "$SUBJECT" "$EMAIL" < $EMAILMESSAGE



Semoga berguna.


Selengkapnya....

Tuesday, June 22, 2010

.:: Repo RPMFORGE Untuk CentOS ::.

RPMFORGE is a union of different provider of package like Dag, Dries and others. RPMFORGE provide base packages with others options of compilation and a lot of media tools.

WEBSITE

RPMforge Website

INSTALLATION

  • Download the latest RPMFORGE repository for I386 on CentOS5/RHEL5

wget http://packages.sw.be/rpmforge-release/rpmforge-release-0.5.1-1.el5.rf.i386.rpm

  • Download the latest RPMFORGE repository for x86_64 on CentOS5/RHEL5

wget http://packages.sw.be/rpmforge-release/rpmforge-release 0.5.1-1.el5.rf.x86_64.rpm

  • Download the latest RPMFORGE repository for I386 on CentOS4/RHEL4

wget http://packages.sw.be/rpmforge-release/rpmforge-release-0.5.1-1.el4.rf.i386.rpm

  • Download the latest RPMFORGE repository for x86_64 on CentOS4/RHEL4

wget http://packages.sw.be/rpmforge-release/rpmforge-release-0.5.1-1.el4.rf.x86_64.rpm

  • Download the latest RPMFORGE repository for I386 on CentOS3/RHEL3

wget http://packages.sw.be/rpmforge-release/rpmforge-release-0.5.1-1.el3.rf.i386.rpm

  • Download the latest RPMFORGE repository for x86_64 on CentOS3/RHEL3

wget http://packages.sw.be/rpmforge-release/rpmforge-release-0.5.1-1.el3.rf.x86_64.rpm

  • Run the rpm install command

rpm -Uvh rpmforge-release-*.rpm

TIPS

If you want to change the priority of the repository edit this file :

/etc/yum.repos.d/rpmforge.repo

And change this value like this example :

priority=2

Selengkapnya....

.:: Repo Epel Untuk CentOS ::.

EPEL (Extra Packages for Enterprise Linux) is one of the most interesting repository made by the fedora community to provide at RHEL and CentOS distribution some package like DRDB module for xen server or php-idn, nagios extension, php extra extension, a lot of new libs, asterisk extension and more ...

INSTALLATION

  • Download the latest EPEL repository for I386

wget http://download.fedora.redhat.com/pub/epel/5/i386/epel-release-5-3.noarch.rpm

  • Download the latest EPEL repository for x86_64

wget http://download.fedora.redhat.com/pub/epel/5/x86_64/epel-release-5-3.noarch.rpm

  • Run the rpm install command

rpm -Uvh epel-release-5*.rpm

TIPS

If you want to change the priority of the repository edit this file :

/etc/yum.repos.d/epel.repo

And change this value :

priority=2

Selengkapnya....

.:: Repo CentOS 5.4 dari DVD Instaler::.

Ada kalanya kita gak punya koneksi internet, dan perlu untuk menginstall packet-packet yang dibutuhkan dan ternyata ada di dalam DVD Instaler CentOS. Kita bisa jadikan DVD tersebut sebagai repository, berikut cara menambahkannya (disini saya menggunakan file ISO) :

1. Buat file untuk list repo dvd : #nano /etc/yum.repos.d/dvd.repo
2. Lalu isikan seperti dibawah kedalam file tersebut :
[dvd]
name=dvd
baseurl=file:///mnt/iso/
enabled=1
gpgcheck=0
3. Bersihkan cache repo : #yum clean all
4. Update list repo yang baru (DVD) : #yum update
5. Selesai.

Sekarang sudah bisa digunakan repo dari DVD.

Cat : Bila kita mempunyai list repo lebih dari 1, dan hanya ingin menggunakan repo dari DVD saja, bisa menggunakan perintah berikut #yum --noplugins --disablerepo=\* --enablerepo=dvd install nama_aplikasi.

Selengkapnya....

Friday, June 11, 2010

.:: Restore Grub Ubuntu 10.04 ::.

Langsung aja, how to nya :

  1. Siapkan CD installer Ubuntu 10.04.
  2. Boot PC ke CD Rom dan ikuti saja sampai masuk ke desktop.
  3. Buka Terminal : Applications > Accessories > Terminal , lalu masuk dengan account root.
  4. Buat folder untuk mount partisi Ubuntu yang akan dikembalikan grub nya (dalam hal ini /dev/sda2/), misal di /mnt/norman –> #mkdir –p /mnt/norman/
  5. Cek dan pastikan partisi Ubuntu ada di partisi mana dengan perintah #fdisk –l , dalam hal ini ada pada /dev/sda2
  6. Mount partisi tersebut pada /mnt/norman, –> #mount –t ext4  /dev/sda2  /mnt/norman
  7. Selanjutnya ada merestore grub nya, bisa dilakukan dengan perintah #grub-install --root-directory=/mnt/norman /dev/sda .
  8. Jika muncul tulisan : Installation finished. No error reported
    Restore Grub telah berhasil.

  9. Selesai & Restart PC.

Semoga Bermanfaat .

Selengkapnya....

Saturday, May 1, 2010

.:: Nge buzz di pidgin ::.

Cukup tulis kata "/buzz" tanpa tanda kutip di jendela chat dengan lawan chat anda. Itu saja.

Selengkapnya....

Monday, April 26, 2010

.:: Macam-macam penggunaan .htaccess ::.

.htaccess (huruf titik, diikuti dengan deretan huruf "htaccess") adalah file yang dapat berisi perintah-perintah untuk webserver Apache. Ditaruh di sebuah direktori di bawah document root website dan akan perintah-perintah yang di dalamnya akan berefek pada file-file maupun subdirektori di bawah direktori tersebut.

Dengan .htaccess kita dapat memproteksi sebuah direktori, mengubah opsi tampilan direktori oleh Apache, mengubah asosiasi ekstensi dan handler, dll. Intinya, hampir segala sesuatu kustomisasi yang dapat dilakukan oleh Apache, dapat kita terapkan di .htaccess ini. File .htaccess adalah perpanjangan file konfigurasi Apache yang dapat tersebar di setiap direktori yang diinginkan. *

Dalam catatan ini, gw akan menuliskan beberapa fungsi file .httaccess , antara lain :

 

- Blok IP pengakses

Isikan pada file .htaccess IP mana saja yang akan diblok oleh web server.

Contoh :

deny from 110.xxx.xxx.xxx
deny from 222.xxx.xxx.xxx

 

- Blok pada akses file ekstension tertentu.

Kita juga harus mengamankan file .htaccess yang ada pada web server kita dari akses public, isikan seperti berikut di file .htaccess anda

Contoh :

<Files *.htaccess>
  deny from all
</Files>

 

- Mengganti default halaman.

Cara ini akan mengurutkan nama file yang akan di tampilkan bila suatu halaman diakses.

Contoh :

DirectoryIndex i.html index.html index.php

Maksud dari baris diatas adalah bila suatu halaman pertama diakses, web server akan mencari file tersebut sesuai urutan, bila i.html tidah ditemukan maka akan mencari index.html, begitu seterusnya.

 

- Redirect

Berfungsi untuk membelokkan akses ke halaman atau website lain.
Contoh :

Redirect  /  http://siteredirect.com

Akses ke website akan dilarikan ke website siteredirect.com

 

- Password Folder

Buat file .htaccess di bawah direktori yang akan diprotek.

 

Contoh :
AuthName "Silahkan Login terlebih dahulu !"
AuthType basic
AuthUserFile /var/www/html/SITENAME/.htpasswd
require valid-user

Masih dibawah folder SITENAME, lalu buat file .htpasswd dengan perintah :

htpasswd -c /var/www/html/SITENAME/.htpasswd NAMAUSERWEB

 

Contoh :
htpasswd -c /var/www/html/SITENAME/.htpasswd user1

Lalu akan diminta memasukkan password untuk user1.Bila benar dalam konfignya, ketika mengakses folder SITENAME akan muncuk kotak dialog password.

 

- Sembunyikan Direktori

Jika ingin isi suatu direktori tidak ingin ditampilkan tambahkan baris di .htaccess
IndexIgnore *

 

Jika ingin menyembunyikan file tertentu saja, misal header.html dan readme.html (pisahkan tiap nama file dengan spasi).
IndexIgnore header.html readme.html

Sekian, semoga berguna.

Selengkapnya....

Tuesday, April 20, 2010

Mounting pasrtisi NTFS di CentOS 5.4 ::.

Karena install CentOS di hardisk yang keroyokan (satu hardisk banyak OS ) dan kebetulan juga ada partisi NTFS nyadi hardisk tersebut, oleh karean itu penting baginya agar si CentOS bisa membaca/menulis file-file dari dan atau ke hardisk. Pada tulisan kali ini gw coba mengangkat cara lama tapi sangat berguna juga untuk kedepannya yaitu mount NTFS filesystem di linux.

Agar dapat me-mounting filesystem NTFS maka diperlukan paket fuse dan fuse-ntfs-3g, paket ini terdapat pada repository rpmforge. Karena sebelumnya saya telah mengeset repository ke rpmforge, maka dari itu saya cukup menjalankan perintah install biasa :

#yum –y install fuse fuse-ntfs-3g 





Buat direktori dibawah /media untuk tempat mount si partisi hardisk :





#mkdir -p /media/windows





Lalu edit file /etc/fstab, tambahkan di baris paling bawah parameter ini (ingat sesuaikan dengan kodisi partisi anda) :




- Mount filesystem dengan hak akses read only:





/dev/hdb4 /media/windows ntfs-3g ro,umask=0222,defaults 0 0 





- Mount filesystem dengan hak akses read and write :





/dev/hdb4 /media/windows ntfs-3g ro,umask=0000,defaults 0 0 





Setelah edit, kemudian simpan file yang konfigurasi yang tadi telah diedit.




Reboot PC anda, dan setealah up kembali, cek dengan perintah :




#mount



Periksa apakah partisi NTFS anda berhasi di mount oleh si CentOS, jika ada anda telah berhasil.


Semoga berguna.Wave

Selengkapnya....